Archive for November 2017
Fall in Love
By : Bang Adhel
Jatuh
cinta pasti pernah dirasakan oleh semua orang yang telah mengenal yang namanya
cinta. Definisi cinta masih rahasia bagi saya, ada yang mengatakan cinta itu
misteri, ada yang mengatakan cinta itu seperti kentut, jika dikeluarin malu
tapi jika ditahan sakit dan berbagai pendapat orang tentang cinta. Bagi saya
pribadi, cinta adalah sebuah rasa yang ada pada diri seseorang yang membuat
dirinya merasa bahagia ketika melihat sesuatu yang dia suka. Cinta dapat
membuat orang melupakan segalanya. Lupa teman, lupa sahabat, lupa kepada orang
yang tealh banyak menolongnya, bahkan lupa pada dirinya sendiri. Kekuatan cinta
sungguh dasyat, ada yang terpisahkan karena cinta, ada pula yang dipersatukan
oleh cinta. Cinta dapat membuat orang yang jauh terasa dekat dan dapat
menjauhkan orang yang dekat.
Ketika
seseorang sedang jatuh cinta, maka semua terasa indah yang berhubungan dengan
orang yang kita cintai. Mau tidur ingat si Dia, Mau makan ingat si Dia, Mau
apapun Dia selalu ada dalam ingatan. Orang yang sedang jatuh cinta akan
terlihat sedikit aneh ketika berhadapan dengan orang yang telah membuatnya
jatuh cinta. Dia akan cari perhatian, jaga image dan seolah-olah Dia adalah
pusat perhatian. Sebab orang jatuh cinta bermacam-macam. Ada yang jatuh cinta
karena fisiknya, ada juga yang jatuh cinta karena sikapnya, ada juga yang jatuh
cinta karena kecerdasan yang dimilikinya, ada pula jatuh cinta karena harta
yang dimilikinya bahkan ada pula yang jatuh cinta tanpa sebab apapun.
Masalah
jatuh cinta, saya pernah merasakannya. Ketika itu saya masih duduk dikelas VIII
SMP. Saya jatuh cinta pada seseorang yang berbeda sekolah dengan saya. Saat itu
saya mengenalnya melalui sepupu saya, saya minta nomor gadis itu lalu memulai
berkomunikasi dengannya melalui handphone. Waktu itu saya masih belum mengenal
cinta. Kata orang masih cinta monyet. Hari berlalu begitu cepat, hingga tak
terasa ada sesuatu yang membuat saya merasa senang ketika berbincang dengannya,
ingin rasanya selalu ngobrol tanpa batas. Nagntuk pun akan tertunda jika Si Doi
yang menelfon atau kirim SMS. Perut tak terasa lapar walau tidak makan seharian
asal ngobrol sama Si Doi. Saya pun tidak merasa bosan berbicara dengannya,
padahal saya adalah salah satu orang yang paling cepat bosan dengan sesuatu.
Entah mengapa saat itu semua terasa indah saat bersamanya. Seiring berjalannya
waktu kami pun semakin akrab. Sering curhat, ngelucu, tukar pikiran dan
berbagai hal lainnya kami lakukan. Saat itu saya berpikir bahwa inikah yang
disebut jatuh cinta, saya masih ragu atas apa yang saya rasakan saat itu. Saya
pun bertanya-tanya apakah yang saya rasakan ini adalah cinta yang biasa
dirasakan oleh remaja seperti saya ketika sudah beranjak remaja. Saya pun mulai
kebingungan dengan perasaan saya. Hingga suatu ketika saya ingin menemuinya,
namun keinginan tersebut tidak kunjung terwujud dikarenakan saya malu face to
face dengannya. Niat ingin menemuinya pun saya cancel. Saya pun mulai membatasi
untuk ngobrol dengannya bahkan pernah terputus komunikasi beberapa bulan.
Ujian
SMP pun sebentar lagi akan dilaksanakan, saya mulai terbiasa tanpa Dia. Saya
mulai sibuk dengan ujian yang akan saya hadapi kedepannya. Saya pun mulai
memperketat jadwal belajar saya dan membatasi bergaul dengan teman-teman. Waktu
berlalu begitu cepat, hingga akhirnya ujian pun kami laksanakan. Setalah ujian
hampir usai. Pada saat hari terakhir ujian saya bertemu dengan gadis yang
dipopulerkan disekolah saya saat itu. Saat itu saya belum mersakan benih-benih
cinta setelah apa yang sebelumnya pernah saya rasakan. Salah seorang dari
mereka para gadis itu memberiku beberapa permen kiss dan bertulisan
macam-macam, entah apa maksudnya, akupun tak tahu dan tidak ingin tahu. Kami
pun pulang. Diperjalanan kami saling mendahului, ketika itu ada empat motor
yang bersamaan jalan. Tiga motor yang dikendarai oleh cowok semua dan satunya
lagi cewek yang mengendarainya, setiap motor punya gandengan. Saya pun tidak
mau kalah, ingin selalu didekat cewek yang dipopulerkan disekolah saat itu.
Sepanjang jalan pulang kami tidak henti-hentinya cari perhatian dengan kedua
cewek tersebut.
| Gambar dari Google |
Menjelang
hari perpisahan, saya pun berangkat ke Sulsel dalam rangka menghadiri pesta
keluarga di Sulsel. Saya tidak sempat hadir diacara perpisahan anak kelas IX
saat itu. Menurut cerita dari tema-teman angkatan, acara perpisahan tersebut
sangat menyenangkan dan tidak bisa terlupakan. Saya sedikit menyesal tidak ikut
menghadiri acara tersebut. Sesuai rangkaian acara selesai, saya dan keluarga
pun kembali ke Sultra. Saat itu saya berencana ingin mengurus sekolah saya,
saya ingin melanjutkan SMA saya di Balikpapan, Kaltim. Segala persiapkan telah
dipersiapkan berkas dan lainnya telah tersedia. Tepat hari yang telah
direncanakan 25 Agustus 2012, saya pun berangkat ke Balikpapan melalui jalur
air. Tiba dibalikpapan hari Ahad, 27 Agustus 2012. Pertama kalinya saya
berpisah jauh dari orang tua saya dan pertama kalinya saya melihat kota
Balikpapan. Singkat cerita saya pun mendaftar di Madrasah Aliyah Raadhiyatan
Mardhiyyah Putra atau biasa disebut MARAMA Putra. Hari-hari pun saya lalui
diBalikpapan, hingga suatu ketika cinta datang menyapa setelah sekian lama
membisu. Saya akhirnya menemukan kembali nomor handphone gadis yang telah
melunakkan hati saya ketika di bangku SMP. Saya pun tidak melewatkan kesempatan
kedua tersebut. Saya mengungkapkan perasaan saya ke Dia, dan Dia pun
meresponnya. Akhirnya kami pun jadian saa itu.
Setelah
berbulan-bulan bahkan melebihi setahun kami pacaran, kami pun merasa tidak
cocok dan akhirnya kami pun putus. Tidak lama kemudian saya pun kembali
merasakan jatuh cinta pada gadis yang dahulunya saya tidak pernah harapkan
untuk jadi pacar saya. Seminggu setelah saya putus dengan si Doi, saya pun
akhirnya jadian dengan gadis yang sudah lama menyimpan perasaan dengan saya,
begitupun saya juga sejak dahulu punya perasaan namun saya tidak menganggapnya
serius. Saya pun jadian dengan teman kelas SMP saya setelah seminggu mengadakan
pendekatan. Hubungan saya dengan teman kelas saya ini tidak seindah dengan
mantan saya. Saya merasa ada yang kurang dari gadis sekelas saya ini. Kurang
lebih tiga bulan kami pacaran saya pun memutuskan untuk mengakhiri kisah asmara
ini, hingga saat ini pun saya belum menemukan cinta yang lain setelah kedua
gadis cantik tersebut. ***
